5 Langkah Riset Kebutuhan Pengguna Sebelum Buat Website Agar Tidak Salah Sasaran

Pebisnis riset sebelum buat website dengan laptop menampilkan dashboard research untuk website bisnis
Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp
Threads
Facebook

5 Langkah Riset Kebutuhan Pengguna Sebelum Buat Website Agar Tidak Salah Sasaran

Pernahkah Anda melihat website bisnis yang sudah jadi tapi sepi pengunjung? Atau lebih parah lagi, sudah keluar uang puluhan juta untuk buat website tapi tidak ada yang pakai? Sayangnya, masalah ini sering terjadi pada banyak UMKM di Indonesia karena mereka terlalu fokus pada desain dan fitur, sehingga lupa satu hal penting yaitu riset sebelum buat website. Faktanya, website yang gagal bukan disebabkan oleh desain yang jelek, melainkan karena tidak sesuai dengan kebutuhan pengguna. Oleh karena itu, riset sebelum buat website menjadi kunci agar investasi Anda tidak sia-sia. Pertanyaan pentingnya adalah apakah Anda sudah siap riset sebelum buat website atau masih ingin ambil risiko website gagal? Artikel ini akan menjelaskan 5 langkah riset sebelum buat website yang bisa Anda terapkan tanpa perlu jadi ahli riset. Cukup ikuti panduan sederhana ini dan mari kita mulai dengan memahami kenapa riset itu penting.
Riset website

Kenapa Riset Sebelum Buat Website Itu Wajib?

Website Gagal Karena Tidak Riset Dulu

Banyak pemilik bisnis berpikir website itu seperti toko fisik. Cukup bangun, lalu pelanggan akan datang sendiri. Padahal tidak sesederhana itu. Website butuh perencanaan yang matang. Salah satu yang paling penting adalah riset sebelum buat website. Tanpa riset, Anda seperti menembak dalam gelap. Data menunjukkan 38% website UMKM tidak aktif dalam 6 bulan pertama. Alasan utamanya adalah website tidak sesuai kebutuhan pengguna.

Dampak Bisnis Jika Website Tidak Tepat Sasaran

Bayangkan Anda sudah keluar uang Rp 15 juta untuk buat website. Tapi setelah jadi, tidak ada yang kunjungi. Atau ada yang kunjungi tapi langsung pergi. Kerugian yang dialami bukan hanya finansial. Ada juga waktu yang terbuang dan kesempatan yang hilang. Untuk bisnis online, website adalah toko digital Anda. Jika toko tidak sesuai kebutuhan pelanggan, mereka akan pindah ke kompetitor. Oleh karena itu, riset sebelum buat website adalah investasi untuk keberlangsungan bisnis Anda. Lebih baik mencegah daripada memperbaiki nanti.


Baca juga article lebih dalam tentang Website Lambat Rugi Berapa? Hitung Kerugian Riil Bisnis Anda dalam 5 Menit.

seorang pria gagal buat website bisnis

Langkah 1: Identifikasi Target Audience Anda

Siapa yang Akan Pakai Website Anda?

Langkah pertama dalam riset sebelum buat website adalah mengenali siapa target audience Anda, karena tidak bisa semua orang jadi target Anda. Mulailah dengan pertanyaan sederhana seperti siapa pelanggan ideal Anda, berapa usia mereka, apakah laki-laki atau perempuan, serta di mana mereka tinggal. Selain itu, gali juga informasi tentang pekerjaan, penghasilan, dan masalah yang mereka hadapi sehari-hari. Semakin spesifik Anda mendefinisikan target audience, semakin tepat website yang Anda buat nanti.

Cara Mengumpulkan Data Target Audience

Ada beberapa cara untuk mengumpulkan data ini. Jika sudah ada bisnis, Anda bisa lihat data pelanggan existing. Atau, lakukan survei sederhana ke calon pelanggan lewat Google Form atau wawancara langsung. Anda juga bisa analisis kompetitor untuk melihat siapa yang jadi target mereka dan bagaimana mereka melayani. Selain itu, media sosial juga sumber data yang bagus dengan melihat siapa yang engage dengan konten sejenis bisnis Anda. Yang penting, data ini harus nyata bukan asumsi, jadi jangan berasumsi tanpa data yang valid.


Baca juga article lebih dalam tentang Website Lambat Rugi Berapa? Hitung Kerugian Riil Bisnis Anda dalam 5 Menit.

seorang pembisnis sedang merancangkan sebuah rencana untuk menentukan target dan audiens bisnisnya

Langkah 2: Survei dan Interview Calon Pengguna

Kenapa Perlu Tanya Langsung ke Pengguna?

Langkah kedua dalam riset sebelum buat website adalah bertanya langsung ke calon pengguna, namun hal ini sering dilupakan banyak bisnis. Sayangnya, mereka cenderung lebih percaya asumsi sendiri daripada bertanya ke target market. Padahal, jawaban dari calon pengguna jauh lebih akurat. Survei dan interview membantu Anda memahami kebutuhan nyata pengguna, bukan sekadar apa yang Anda kira mereka butuhkan.

Cara Lakukan Survei yang Efektif

Ada beberapa cara lakukan survei yang efektif. Pertama, buat pertanyaan yang sederhana dan jelas serta hindari yang terlalu teknis atau membingungkan. Kedua, fokus pada masalah mereka bukan solusi Anda, artinya tanya apa kesulitan mereka bukan apakah mereka mau produk Anda. Ketiga, berikan insentif kecil untuk partisipasi seperti diskon, voucher, atau entry ke giveaway. Selain itu, pastikan sampel cukup representatif dengan minimal 20-30 responden untuk hasil yang cukup akurat. Yang penting, dengarkan dengan terbuka dan jangan defensif jika ada kritik terhadap ide Anda.


Baca juga article lebih dalam tentang Website Lambat Rugi Berapa? Hitung Kerugian Riil Bisnis Anda dalam 5 Menit.

seorang pria sedang melakukan survei ke beberapa pengunjung

Langkah 3: Analisis Kompetitor Website

Apa yang Bisa Dipelajari dari Kompetitor?

Langkah ketiga dalam riset sebelum buat website adalah analisis kompetitor karena mereka sudah lebih dulu ada di market. Anda bisa belajar dari kesuksesan mereka dan juga kesalahan mereka, sehingga ini menghemat waktu dan biaya trial error. Mulailah dengan identifikasi 3-5 kompetitor utama Anda, sebaiknya pilih yang sudah sukses dan yang masih struggle agar mendapat gambaran lengkap.

Cara Analisis Kompetitor yang Benar

Ada beberapa cara analisis kompetitor yang benar. Pertama, kunjungi website mereka dan catat apa yang Anda lihat seperti fitur dan konten yang mereka punya. Kedua, test user experience mereka dengan mencoba navigasi, kontak, atau beli jika ada e-commerce. Ketiga, baca review dan testimoni pelanggan mereka karena ini memberi insight apa yang pelanggan hargai dan apa yang tidak. Selain itu, cek media sosial mereka untuk lihat engagement rate dan jenis konten yang paling banyak di-like atau di-share. Yang penting, jangan copy paste melainkan gunakan insight ini untuk buat website yang lebih baik, bukan sama persis.


Baca juga article lebih dalam tentang Website Lambat Rugi Berapa? Hitung Kerugian Riil Bisnis Anda dalam 5 Menit.

Langkah 4: Buat User Persona yang Jelas

Apa Itu User Persona?

Langkah keempat dalam riset sebelum buat website adalah membuat user persona, yaitu profil fiksi yang merepresentasikan target audience Anda. User persona membantu Anda membuat keputusan desain dan konten berdasarkan kebutuhan pengguna nyata, bukan asumsi. Biasanya, profil ini mencakup nama, usia, pekerjaan, tujuan, kendala, dan pola perilaku agar lebih jelas.

Cara Membuat User Persona yang Berguna

Untuk membuat user persona yang berguna, pertama kumpulkan semua data dari langkah sebelumnya seperti survei, interview, dan analisis kompetitor. Kedua, identifikasi pola yang muncul serta apa kesamaan dari responden Anda. Ketiga, buat 1-3 user persona yang representatif karena jika terlalu banyak nanti tidak fokus. Selain itu, berikan nama dan foto agar lebih relatable misalnya “Budi, 35 tahun, pemilik UMKM kuliner”. Yang paling penting, user persona ini harus jadi acuan setiap kali ada keputusan tentang website, misalnya saat bertanya apakah fitur ini sesuai kebutuhan Budi.

seorang pria memperlihatkan design web bisnis ke client

Langkah 5: Testing dan Validation Sebelum Launch

Kenapa Perlu Test Sebelum Launch?

Langkah kelima dalam riset sebelum buat website adalah testing dan validation, namun jangan langsung launch ke publik. Testing membantu Anda menemukan masalah sebelum pengguna nyata mengalaminya karena hal ini jauh lebih murah daripada memperbaiki setelah launch. Anda bisa mulai dengan prototype atau mockup website, kemudian test ke sebagian kecil target audience Anda.

Cara Testing yang Efektif

Ada beberapa cara testing yang efektif. Pertama, buat prototype sederhana yang bisa diklik tanpa perlu pengembangan penuh dulu. Kedua, minta 5-10 orang dari target audience untuk test dan beri mereka tugas spesifik untuk diselesaikan. Ketiga, amati dan catat dimana mereka kesulitan atau bingung karena ini adalah area yang perlu diperbaiki. Selain itu, kumpulkan feedback kualitatif juga dengan tanya apa yang mereka suka dan apa yang tidak. Yang penting, lakukan perbaikan berdasarkan feedback. Jangan defensif, melainkan perbaiki apa yang perlu diperbaiki sebelum launch.

Baca juga article lebih dalam tentang Website Lambat Rugi Berapa? Hitung Kerugian Riil Bisnis Anda dalam 5 Menit.

Seorang pria presentasi web di depan client

Kesalahan Umum dalam Riset Website

Kesalahan pertama adalah berasumsi tanpa data. Banyak pemilik bisnis pikir mereka tahu apa yang pengguna mau.
Padahal, asumsi tanpa validasi itu berbahaya. Bisa bikin website yang tidak sesuai kebutuhan market.

Oleh karena itu, selalu validasi asumsi dengan data nyata dari riset sebelum buat website.
Kesalahan kedua adalah riset sekali lalu dianggap selesai. Padahal kebutuhan pengguna terus berubah.
Market berkembang, tren berubah, kompetitor muncul. Riset harus ongoing bukan one-time activity.

Selain itu, setelah website launch, terus monitor dan kumpulkan feedback untuk improvement berkelanjutan.

Kesalahan ketiga adalah tidak libatkan tim yang tepat dalam riset. Riset hanya dilakukan satu orang tanpa input lain.
Padahal, perspektif yang beragam membantu Anda lihat blind spot yang mungkin terlewat.

Yang penting, libatkan tim marketing, sales, dan customer service dalam proses riset. Mereka punya insight berharga dari interaksi dengan pelanggan.


Baca juga article lebih dalam tentang Website Lambat Rugi Berapa? Hitung Kerugian Riil Bisnis Anda dalam 5 Menit.

seorang pria mengalami kebangkrutan

Kapan Butuh Bantuan Profesional untuk Riset?

Ada kondisi di mana riset bisa dilakukan sendiri. Misalnya, jika budget sangat terbatas dan website yang Anda butuhkan cukup sederhana. Atau jika Anda punya pengalaman di bidang marketing atau user research. Kondisi lain adalah ketika target audience Anda mudah diakses dan bersedia memberikan feedback. Keuntungan melakukan riset sendiri adalah biaya lebih rendah dan Anda lebih paham detail bisnis sendiri. Tim internal juga biasanya lebih cepat dalam mengambil keputusan. Namun perlu diingat, riset sendiri butuh waktu dan ada proses belajar. Pastikan Anda punya kapasitas yang cukup untuk melakukannya dengan baik.

Di sisi lain, ada kondisi di mana bantuan profesional lebih masuk akal. Contohnya, jika website yang Anda butuhkan kompleks dengan banyak fitur. Atau jika target audience Anda sulit diakses dan butuh methodology khusus untuk riset. Bisa juga karena Anda tidak punya waktu atau expertise untuk melakukan riset yang proper. Keuntungan menggunakan jasa profesional adalah methodology yang sudah teruji dan insight yang lebih mendalam. Mereka juga punya akses ke tools yang mungkin tidak Anda miliki. Selain itu, profesional bisa memberikan second opinion yang objektif karena tidak bias seperti internal team. Untuk bisnis yang sangat bergantung pada website, investasi riset profesional biasanya worth it.


Baca juga article lebih dalam tentang Website Lambat Rugi Berapa? Hitung Kerugian Riil Bisnis Anda dalam 5 Menit.

seorang pria sedang presentasi

Tentang Layanan Riset di NexaEra

Di NexaEra, kami memahami bahwa riset sebelum buat website adalah fondasi website yang sukses. Oleh karena itu, kami hadir untuk membantu Anda melakukan riset dengan cara yang tepat. Pendekatan kami sederhana yaitu dengarkan pengguna dulu, baru buat solusi. Fokus kami ada pada kebutuhan nyata pengguna, bukan asumsi. Kami juga transparan tentang apa yang bisa dan tidak bisa kami berikan. Riset adalah tentang menemukan kebenaran, bukan membenarkan asumsi.

Untuk layanan, kami punya Discovery Package untuk bisnis yang butuh riset dasar. Ini termasuk wawancara pengguna, analisis kompetitor, dan pembuatan profil pengguna. Cocok untuk website company profile atau blog. Lalu ada Research Plus Package untuk bisnis yang lebih serius. Ini termasuk semua di Discovery plus survey, testing, dan rekomendasi detail. Cocok untuk website dengan traffic sedang. Terakhir ada Enterprise Research Package untuk bisnis yang sangat bergantung pada website. Ini termasuk riset berkelanjutan dan laporan bulanan.

Kenapa bisnis memilih kami? Fokus kami ada pada wawasan yang bisa dipakai, bukan sekadar data. Selain itu, kami transparan dalam komunikasi. Anda akan dapat pembaruan rutin. Tim kami juga terus belajar dan berkembang. Metode riset terus berubah. Kami belajar pada pelatihan dan alat. Ini memastikan Anda dapat layanan yang terbaru.


Baca juga article lebih dalam tentang Website Lambat Rugi Berapa? Hitung Kerugian Riil Bisnis Anda dalam 5 Menit.

seorang pria menawarkan jasa pembuatan website

Kesimpulan: Jangan Skip Riset Sebelum Buat Website

Ingatlah bahwa riset sebelum buat website adalah keharusan, bukan pilihan. Website yang tidak berdasarkan riset punya risiko gagal tinggi. Lima langkah yang sudah dibahas meliputi identifikasi target audience, survei, analisis kompetitor, buat user persona, serta testing. Kelima langkah ini bisa Anda lakukan sendiri atau dengan bantuan profesional. Yang penting adalah dilakukan dengan serius.

Mulailah dengan berkomitmen untuk lakukan riset. Jangan lewatkan tahap ini meskipun terlihat memakan waktu. Selanjutnya, pilih cara yang sesuai dengan budget dan kapasitas Anda. Cara mandiri atau profesional, keduanya bisa berhasil jika dilakukan dengan benar. Terakhir, mulai dari identifikasi target audience Anda. Ini fondasi untuk semua langkah selanjutnya.

Riset adalah fondasi awal. Namun, website butuh perawatan berkelanjutan juga. Pelajari kenapa Website Maintenance WordPress: Panduan Lengkap untuk Pemilik Bisnis penting untuk keberlangsungan bisnis Anda jangka panjang. Jangan tunggu sampai website gagal baru action. Setiap hari tanpa riset yang benar adalah risiko yang Anda ambil. Kompetitor Anda mungkin sudah lakukan riset dengan matang.

Hubungi kami untuk konsultasi gratis. Kami akan menilai kebutuhan riset Anda, jelaskan opsi yang tersedia, dan bantu Anda putuskan langkah terbaik. Konsultasi ini gratis dan tidak mengikat. Keputusan ada di tangan Anda. Tapi setidaknya, Anda sekarang punya panduan untuk memutuskan dengan bijak. Riset sebelum buat website adalah investasi untuk kesuksesan website Anda jangka panjang.